w-e-l-c-o-m-e-! Mari Berceloteh!

Hai Para Pembaca, anda memasuki zona berceloteh paling Kece di penjuru negeri ini. ha ha ha. jangan hanya tenggelam, tetapi silahkan ikut berceloteh dengan aku si neng bebek :) BIG-terengkyuu!

Senin, 11 April 2011

putihabuabu yang mengetuk otakku

terjaga sepagi ini, setelah membukakan pintu kos untuk seorang teman yang biasa ay panggil "mbog" si ketum Bengkel Seni (sekian dulu cerita ttg dia,nanti akan ay ceritakan lebih banyak di lain judul yakk :D). hey mbog tanggung jawab siih..jangan harap ay besok bisa bangun pagi. ha ha ha. *kidd
si uhuk-uhuk (batuk-red-) juga ikut andil dalam keterjagaanku hari ini, dengan genitnya menggelitik tenggorokannku sampai mata ini terganggu sistem kerjanya untuk ber-rehat. otakku pun tidak kalah kompak mengimbangi sang mata dengan membawaku mengingat sebuah masa yang bisa dibilang masa - masa "lengkap", lengkap dalam artian pada masa itu ay bisa mengenal banyak hal lebih dari hari ini walau kematangan pemahaman arti hidup masih belum semaksimal hari ini. yupp..itulah masa putihabuabu..disaat semua masih terlihat seragam tidak seperti hari ini. namun apabila dilihat dari masing - masing celah, di antara keseragaman itu banyak sekali warna indah yang menghiasi, mencerahkan, dan meramaikan. masa putih abuabu dimana ay mulai mendapatkan peningkatam pengalaman akademik, menemukan berjuta cerita pertemanan yang kocak, penemuan jati diri, dan juga pacar..
tahun 2005, setelah dinyatakan sah LULUS oleh kepsek SMP Negeri 1 yang merupakan SMP favorit (kata orang - orang siih). Dengan PeDe nya ay ongkang - ongkang kaki dirumah masa bodo dengan papa mama yang sibuk mendaftarkan ay ke SMA Negeri 1 (yang katanya juga favorit -mungkin krn angka sekolahnya 1-) hehe.. ay yang saat itu belu sadar betul kalau nasib ay sedang tidak aman, belum tau bakalan sekolah dimana. hadehh..anak macam apa lah ay ini..yyaa tapi inilah ay suka seenaknya sendiri tapi kudu tetep pada koridor prinsip idup ay ga mlenceng jauhh :). dengan segala syukur.. alhmdulillah ay diterima di sekolah yang ber-image sekolah tiada hari tanpa belajar..penuh dengan anak-anak pintar bin kutubuku bahkan banyak yang bermata minus..tp mungkin bukan karena rajin baca buku tapi karena faktor umur kali yah *loh. hahaha..
dengan sepeda motor bebek merah tahun 80an(motor yang setia menemani sejak ay masih dalam janin mama dan tidak iri hati kala disandingkan dengan kendaraan lain di garasi) papa dengan baik menemaniku untuk daftar ulang di sekolah baruku itu. dengan (masih) memakai seragm putihbiru ay memasuki gerbang sekolah disusul oleh papah yang memakai kemeja kantor kala itu, ay dengan acuh mendekat ke tempat dimana daftar ulang berlangsung. melihat satu per satu teman baru yang ada, diantara mereka ay melihat salah satu teman sd yang bernama Ayu Mircahya I. A. yang biasa di panggil dengan nama icha..dari situlah ay pertama kali mengenal Zelvia Manggalasari yang merupakan teman baik si icha ini yang akhirnya menjadi seperti sodara ay sendiri. ay panggil dia dengan sebutan Mbak Jel sampai sekarang ay slalu memanggilnya seperti itu dia pun masih memanggilku dedek (miss you mbak jel :')). selain mereka ay juga bertemu dengan si phina "Sharfina W." yang merupakan teman lama waktu les bhs.inggris di Lembaga IYI saat ay masih duduk di kls 5 SD. masih ditemani papah tercinta yang sedang asik mengobrol dengan seorang Guru yaitu alm. Bapak Helmi yang ternyata merupakan guru papah juga saat Sekolah dulu. di sela - sela obrolannya papah menunjuk tulisan SMA N 1 yang ada di atap sekolahku sembari bergumam "tunjukin kalo sekolah ini nantinya yang ngebawa kamu untuk bisa kuliah tanpa harus repot tes, tunjukin prestasimu disini". kata - kata itu masuk ke telinga sampai otak dan menjalar ke hati ay begitu saja tanpa paksaan sedikitpun.
hari pertama MOS pun tiba, semua berjalan lancar. layaknya murid baru yang masi dalam masa puber ay coba melihat sekitar siapa tau ada yang ganteng, secara MOS dan semacamnya adalah hal yang paling tidak masuk akal buatku, dan hal itu menjenuhkan jadi siapa tau kalau ada cowo ganteng kan bisa buat ay melek waktu mulai jemuh.hi hi hi. tapi hasilnya NIHIL. belum ada yang bisa menarik perhatianku. ay malah sibuk bersosialisasi dengan teman baru yang sebagian juga berasal dari Sekolahku dulu.
setelah segala tetekbengek MOS dilewati mulailah ay bersiap memasuki kelas baru dengan teman - teman yang baru pula. sebelum masuk kelas ay melihat kertas di dinding dekat ruang guru mencari nama ay yang ternyata terdaftar di kelas X-1, agak lama ay memperhatikan kertas itu meneliti satu per satu nama teman - teman yang akan ay temui nantinya namun tiba - tiba rasa khawatir menerpa ay..bagaimana tidak, daftar nama teman - temanku mayoritas bernilai unas tinggi itu tandanya otak mereka encer, "awaoooow :(( ngeri" itu yang ada di benak ay. dengn gontai ay memasuki ruang kelas. ay memilih duduk di samping Desy Nurwijayanti yang merupakan anak pintar lulusan sekolahku dulu dengan harapan dia dapat memotivasiku untuk lebih pintar lagi. he he he.
sangat diluar dugaanku, seiring berjalannya waktu ay menimba ilmu di kelas sepuluh satu ternyata kelasku itu seperti sebuah keluarga kami menamakannya kelas wecuzo si kelas itu ay punya banyak daftar silsilah keluarga ada mbak jel yang selalu setia berangkat sekolah denganku mau bersabar duduk bersebelahan denganku, mau mengimbangi kekonyolanku, kak blecky yang selalu memperlakukanku sebagai adiknya, teteh frinda yang selalu berceloteh bhs.sunda denganku dengan gaya yang super gelooo, mbak fau yang selalu sabar menghadapi keunikanku dan kekoyolan tingkah temen -temen , mbak vita yang selalu membantu dalam hal tugas dan sangat telaten dalam berteman, ibuk dinda yang keras kepala namun hatinya penuh cintacuek dan slalu apa adanya dan yg paling penting hatinya sangat baik, kak cinta yang konyol, phina yang selalu menyediakan pundak telinga mata sebagai wadah curhatanku, mbak ajeng yang tidak pernah bosan untuk main kerumahku, dewi yang kata bundanya mirip denganku, ari yang mau mengorbankan bensin untuk sering mengantarku pulang, kimos yang kalau ketawa selalu irit, nanang yang selalu konyol dan tidak pernah absen membuat temen - temen tertawa ngakak, sampai dengan pria berkaca mata si ketua kelas sok cool berwajah serius yang pernah secara diam - diam mendekatiku selama hampir setahun tapi dasar ay aja yang kurang peka . he he sorii..
semua keunikan yang terjadi di kelas sepuluh itulah yang melunturkan pemikiranku tentang sekolahku yang bertembok SERIUS ini menjadi sekolah yang menurutku sangat keren dan kece. ahahaha :D. bagaimana tidak, lha wong isinya orang gila semua..gila ilmu tapi sangat connect ketika di ajak ber-garareje-an. dari sinilah ay menemukan arti sebuah pertemanan yang sesungguhnya di tengah pencarian jati diri para keluarga wecuzo.
sekarang tentang pacar, sebelumnya ay sudah cerita tentang sang ketua kelas sok cool itu, di awal - awal cerita ay sok - sok'an mengejek dia padahal dia adalah pacar saya sampai sekarang, dia adalah Irlando Moggi Prakoso, entah mengapa cowo pendiam bin pintar seperti dia bisa jatuh hati pada cewe gila seperti saya yang kalau ngomong tidak ada jedahnya dan sering seenanknya sendiri dalam hidup ini. mungkin disitulah yang membuat kita masih bisa jalan sampai di umur pacaran yang hampir ganjil 5 tahun ini he he. kita jadian tanggal 22 mei 2006 setelah menggantungkan jawaban selama 3 hari, ay akhirnya mengijinkan dia untuk mencicipi hati ay di tengah - tengah status kita berdua yang belum memiliki surat ijin berpacaran. hi hi hi. dengan dia ay bisa mulai belajar sampai pada tahap mengetahui dan memahami arti saling melengkapi bukan hanya mengimbangi (love you more more and more hanz :-*)
dan yang paling utama sebenernya ialah hal satu ini yaitu kegiatan sekolah, guru - guru yang ay jumpai di sekolah ini sangatlah guru - guru yang bijak dan kocak, pintar tetapi santai itulah sosok mbeliau beliau yang menghantarkan ilmu sampai ke otak dengan sepenuhnya menggunakan pendekatan hati layaknya orangtua tehadap anaknya. dalam hal akademik ay sudah pernah dipilih mewakili sekolah untuk mengikuti lomba olimpiade astronomi dan biologi tapi belum ada yang pernah menang cukup jadi guru paling berharga di hidup ini dan nambanh uang sakuku saat itu (sombong dikit yakk he he he). selain kegiatan olimpiade, ay juga mengikuti ekstrakurikuler teater dan mading. di teater yang bernama Capella ini yang menyontek dari nama bintang(ay dulu ikut ini krn ay suka bintang nah nama teaternya nama bintang makanya ay ikut :p) yang sekarang telah ganti jadi teater simpang ay berharap awal memasuki teater untuk menemukan jati diri ay, dari teater sekolah inilah yang mengantarkan ay mengenal komunitas teater kota pasuruan yaitu teater cuci otak. selain teater, mading juga merupakan kegiatan yang menurutku wadah yang bijak sebagai tempat ay menorehkan segala celotehan sehingga bisa tenar walaupun hanya di lingkup sekolah :).
sekolah ini benar - benar berarti buat ay. sekolah ini membuat ay bertemu dengan teman - teman yang banyak mengajarkan ay tentang arti persahabatan, membuat ay menemukan jati diri ay, membuat ay bisa dengan leluasa menuangklan ide - ide menulis ay, membuat ay bisa memahami tentang cinta, semua yang ada di masa putih abu abu lalu memang benar - benar berjasa dalam kehidupan ay. ay tidak akan melupakan semuanya begitu saja. semoga tulisan ini di baca oleh semua yang bersangkutan secara langsung maupun tidak langsung karena kalian semua, semuanya dari mulai teman - temanku di keluarga WECUZO sampai dengan saat kelas XI IA 3, XII IA 3, semua teman yang tidak pernah sekelas tetapi sangat mengenalku tapi maav ga bs ay sebutin satu - satu, semua guru, semua kegiatan sekolahku...KALIAN SEMUA merupakan inspirasi besar dalam hidupku (ciee..gaya ay uda kek pemenang piala award aja yakk :D). kalian masih (dan selalu) menjadi sahabatku. miss you all :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar