halo para mata yang udah mau anggurin waktu buat sekedar baca celotehan amatiran aku ini.
kali ini aku mau nyeloteh tentang lelakiku yang paling aku cintai di semestaraya ini.. Papah....
hari ini tanggal 14 april 2012.
"anakku masih bobo?" suara papah dari balik pintu kamarku terdengar lembut sekali di telinga ini.. aku melihat jam tangan yang melekat di tangan kananku,
ya aku memang dari kecil suka dan terbiasa memakainya di kanan.jangan tanya mengapa krn aku tak tau. jam tanganku menunjukkan pukul 6 pagi, dan hari ini aku masih bersemangat untuk melakukan penelitian demi usainya si skripsi. sebetulnya pagi ini, seperti biasa bangun subuh dan tidur kembali karena kegiatan wawancara ke petani baru aku lakukan mulai pukul 8 pagi.selama penelitian aku menumpang sementara di tempat papah karena dekatnya lokasi penelitian dengan kantor beliau.
dengan masih menguap-uap aku membereskan tempat tidur dan lagi-lagi ku dengar suara beliau "mau minum apa neng, kopi mau?" dengan mata belum sepenuhnya melek aku mengangguk dan tersenyum sembari menjawab "boleh pah" ke arah beliau. aku berjalan keluar balkon rumah dan menikmati sejuknya daerah karangploso ini. tak lama suara papah terdengar kembali "nih, minum air putih dulu neng.abisin. kamu penelitian wawancara ke petani-petani tuh butuh tenaga ekstra.jangan sampe sakit". jujur, aku paling engga bisa mengabiskan air putih di pagi hari dengan jumlah banyak. tapi entah mengapa pagi ini aku meminumnya dengan tegukan yg cukup banyak.
setelah melihat tanggal aku teringat hari ini ada dua wanita yang berulang tahun.. wanita tercinta di dunia ini setelah mamahku yaitu nene ku.. yaa hari ini ulang tahun nene ke 75 tahun.. dan yang satunya ialah wanita cantik. seorang ibu muda.. mba dari pacar aku yang familiar dipanggil mba cima..
setelah mengirim pesan singkat ke mba cima. aku lalu mengobrol ringan dengan nene di bandung sana.
papah menyambungkan telpon, setelah lama berbincang dengan papah. aku yang berceloteh pagi dengan nene. aku mengucapkan selamat dan mengungkapakan begitu besarnya rasa kangen ini. sedih sebenernya engga bisa ada bersama nene waktu nene ulangtahun, tetapi mendengar suara nya dan tau beliau baik-baik saja itu cukup melegakan.. aku dan nene suka becandaan..aku suka sekali ngobrol sampe cekikikan.. (ketawa terpingkal-pingkal -red-)
papahku adalah anaka ketiga dari tujuh orang bersaudara, papah aku sayang banget sama nene..dan selalu mengingatkanku dengan nasihat khasnya "teh, kamu harus inget sama orang tua sampe amu jadi orang tua nanti, terutama mamah". papah yang ngajarin aku bagaimana menyayangi orangtua denga cara yang teramat sayang.
puas berceloteh dengan nene di sebrang sana, aku bergegas mengambil pakaian di lemari dan menyetrika. disaat ingin menyetrika, papahku menghampiriku "neng, hati-hati nyetrikanya, jangan pegang bagian yg panas, nanti tangan kamu luka" aku tertawa kecil dan mengiyakan nasihat beliau. aku menyetrika sembari berpikir, ternyata sampai di usiaku 22tahun ini papah masi mengganggapku masih sama seperti dulu ..waktu aku masi duduk di bangku sekolah dasar. dalam hati hanya bisa bilang "pah,anakmu ini sudah tumbuh dewasa,jangan khawatir yang terlalu ya pah. kudunya gantian,ayu yang jaga papah mamah".
aku bergegas mandi dan bersiap diri.
selang beberapa menit, aku dan papah menuju kantor papah untuk akhirnya aku pergi penelitian dengan dibantu oleh salah seorang karyawan kantor. maklum aku harus merepotkan salah seorang dari mereka tiap harinya karena keterbatasan bahasa yang belum bisa aku kuasai. bahasa jawa. apalagi bahasa jawa alus.
pernah aku mencoba berbicara bahawa jawa alus,aku memaksakan diri dengan harapan akan berhasil, tetapi hasilnya aku ditertawai petani. makanya aku memerlukan translator.
waktu wawancarapun tiba, aku pun berpamitan dengan papah untuk berangkat wawancara dan lagi-lagi papah berceloteh kepada salah seorang karyawan yang membantuku wawancara hari ini dengan tegas papah berkata "jangan ngebut ya, jangan lewatin jalan rusak". dan papah langsung melihat kearahku dan.. "neng,pake jalet.banyak debu". aku hanya bilang "iya pah, siaaap". dalam hati aku menydari bahwa papah ini engga sadar kalo anaknya itu kuliah di fakultas pertanian dimana bnayka kgeiatan fieldtrip yang sudah aku lalui dan ini tidak seberapa medannya.
begitulah papah.. suka menasehati mamah begini :"mah, ayu itu sudah besar, jangan diperlakukan kayak anak kecil terus ya" tapi kenyataannya papah lebih suka mengekspresikan kekhawatirannya juga. mamah papah ku memang begitu, masih menganggap aku anak manja yang memang pada kenyataannya aku tidak bisa jauh dalam waktu lama dari mereka.
kalau mamah wajar skali karena mamah yang slama ini selalu dirumah dan dekat dengan anak-anaknya. kalau papah? ternyata ekspresif skali dalam menjaga anak-anaknya..
aku beruntung memiliki lelaki istimewa seperti beliau. beliau adalah sosok tegas dan teramat sayang anak-anaknya. tetapi, aku tidak menjadikan ini semua menjadi ajang bermanja-manjaan..tetapi menjadi prinsip hidupku yang aku yakini semakin aku tua semakin aku harus lebih dekat dengan orangtua dan papah mengajarkan semua itu.semua kebaikan itu.
karena papah, aku merasa tetap ada di masa kanak-kanak. dan tidak pernah kehilangan masa itu, yang ada ialah aku selalu merindukan masa kanak-kanak itu.
memang tidak ada hari papah,yanga da hanyalah hari mamah di sini, tapi buat aku tidak ada hari khusus kalau ingin menyatakan cinta untuk papah.
ay love you lelakiku(PAPAH)!
BIG-nuhun buat semua detail kebaikan dari kehidupan yang sudah papah ajarkan..
sekian.
selamat hari sabtu untuk semua.
salam buat para papah di semestaraya.
:)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar