w-e-l-c-o-m-e-! Mari Berceloteh!

Hai Para Pembaca, anda memasuki zona berceloteh paling Kece di penjuru negeri ini. ha ha ha. jangan hanya tenggelam, tetapi silahkan ikut berceloteh dengan aku si neng bebek :) BIG-terengkyuu!

Sabtu, 29 September 2012

Rumah Pintar "KINASIH"


dua orang anak kecil ber-tas punggung memasuki rumah dan bersaliman mencium tangan kami, mereka lalu duduk mengambil posisi duduk yg dekat dengan rak buku. Ya, aku sedang berada di rumah pintar “kinasih” di desa Brambang Kabupaten Pasuruan.  Demi mengisi kekosongan waktu kelar wisuda Sarjana strata 1 yg telah aku ikuti prosesinya 22 september silam, aku membantu mengajari adik-adik di tempat ini, di Desa yang berhawa sejuk dan memiliki mata air yang selalu mengaliri desa sehingga memberikan kesegaran bagi setiap insan yang bermukim di daerah ini.
Rumah pintar kinasih adalah rumah pintar yang didirikan oleh
budhe dan pakdhe aku, beliau-beliau ini adalah kakak dan kakak ipar dari mamah aku.  awalnya murid-murid yang belajar disini tidak banyak, akan tetapi seiring berjalannya waktu, semakin dikenalnya rumah pintar ini, maka saat ini muridnya berjumlah 47 orang. Rumah pintar ini terbangun berawal dari banyak anak kecil yang terlihat suka bermain disekitar rumah bude aku yg belum lama beliau tempati ini, singkat cerita budheku baru pindah ke rumah ini sekitar 1 tahun lalu.  Dari melihat banyak anak kecil yang bermain itulah budhe yang notabene adalah seorang guru di salah satu SMP swasta di Kota Pasuruan ini, mengajak para anak kecil itu untuk belajar di rumahnya, barangkali saja ada kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan rumah ataupun memahami pelajaran yang diterangkan oleh guru mereka di sekolah. Sampai akhirnya dari beberapa anak tersebut menyebar luas ke banyak anak yang ingin ikut belajar di rumah pintar ini. Akhirnya terbentuklah rumah pintar kinasih sampai sekarang ini. Rumah pintar ini sudah di sponsori oleh XL, Club Bikers, Koperasi JAYA, bahkan ada dari pihak Trans 7 yang sudah pernah turut membantu rumah pintar ini.  Rumah pintar ini sama sekali tidak  memungut biaya, dikarenakan memang tujuannya di bidang sosial dan mengingat para murid yang hidup di desa dengan fasilitas yang jauh dari kita semua yang hidup di kota. Maka dari itu, banyak sekali bantuan yang datang dari berbagai pihak, seperti buku-buku pelajaran yang masih layak pakai sampai dengan alat tulis baru.
Dan hari kamis-jum’at minggu ini aku diberi kesempatan untuk berbagi ilmu dengan mereka. Setelah maghrib Pukul 6 lebih 15 menit sudah mulai banyak murid yang berdatangan. Aku mendapat tugas untuk membantu di mata pelajaran bahasa inggris dan IPA dari mulai kelas 1 sampai 9. Disini aku membantu mereka dengan mengajaknya berdiskusi bersama, aku tidak mau langsung memberi kunci jawaban karena yang aku ingini adalah mereka pintar karena paham apa yang mereka pelajari bukan hanya sekedar hafal. Jujur, tidak mudah berdiskusi dengan mreka yang terdiri dari berbagai karakter ini, ada beberapa dari mereka yang berpolah tingkah lucu, pendiam, sampai nakal. Aku saja yang mereka kenal sebagai guru baru, eh terkena ospek mereka, aku di tes dahuulu sama mereka,. Tapi, aku gak kehabisan ide untuk menghadle mereka, intinya aku ingin menjadi kakak guru yang bisa menjadi sahabat mereka.
Saat mengajari mereka, respon mereka berbagai macam, ada yang baik berbagi permen dengan aku, ada yang meminta aku mengajar di SD mereka, sampai ada pula yang menyuruhku ikutan girlband cherrybelle, wah yang terakhir itu kok keterlaluan sekali yahh.. boleh bilang “euuuuuhh NO!” hahahaha.
Setelah mendengar adzan isya biasanya mereka bergegas pulang, tetapi tidak untuk malam ini, mereka bertahan sampai lebih dari hari biasanya. Sekitar pukul 8 mlm kurang mereka bersiap untuk pulang. Aku yang penasaran di mana rumah mereka, mengikuti mereka pulang sembari membantu menyenteri jalan mereka. Ya SENTER, karena jalan yang mereka lewati ternyata sangat gelap, mereka juga harus melewati 2 jembatan kayu. Rumah mereka tidak dekat. Tetapi kalau dilihat dengan semangat belajar mereka, ini sangat bertolak belakang adanya. Dan aku bangga, telah diberi kesempatan bisa berjumpa dengan mereka semua,”mereka adalah calon gubernur” itu yang selalu terucap oleh budheku yang selalu aku amini. Karena memang benar, mereka adalah malaikat kecil penyelamat dunia. Polah pikir dan tingkah laku anak desa seperti mereka yang harus di contoh para ABG jaman sekarang yang kebanyakan teracuni oleh kisah percintaan FTV.
Semoga rumah pintar “KINASIH” ini bisa menjadi salah satu cerminan bangsa kita, dimana merupakan wadah sarana menuntut ilmu, tanpa pandang bulu. Lelah mengajari 47 murid? Tentu tidak! Karena semua ini dari hati dan keinginan sendiri. Yap, dari mereka aku belajar banyak hal tentang kehidupan, dan sedikit mengingatkan aku dengan tokoh Kugy di novel perahu kertas yang membantu berbagi ilmu ke anak-anak di rumah pohon (aku lupa sebutannya apa).
Kalau ada dari kalian para pembaca yang tertarik ingin berkunjung ke rumah pintar “KINASIH” , dengan senang hati aku akan mengantarkan kalian ke sini :) .  bagi yang ingin berbagi dalam hal ilmu ataupun fasilitas kegiatan belajar apapaun itu, aku siap menampungnya untuk disalurkan ke mereka (mereka = para penerus sekaligus tulang punggung bangsa Indonesia). 
Mau melanjutkan aksi merdeka para pahlawan terdahulu kita? Maka dari itu, marilah bersama-sama cerdaskan bangsa! :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar