w-e-l-c-o-m-e-! Mari Berceloteh!

Hai Para Pembaca, anda memasuki zona berceloteh paling Kece di penjuru negeri ini. ha ha ha. jangan hanya tenggelam, tetapi silahkan ikut berceloteh dengan aku si neng bebek :) BIG-terengkyuu!

Sabtu, 10 November 2012

10-11-12 MERDEKA!!!!

Malam ini perhatianku sedikit tersita oleh kedua tupai dalam kandang yang berada di ruang keluarga ini. Ya, mereka adalah anggota keluarga baru kami. Mereka bernama chipi (cowok) dan chimi (cewek). Chipi tingkahnya lebih brutal dari pada chimi, sekarang aja si chipi jejingkrakan engga karuan di dalem kandang. Kalo si chimi mah lagi anteng di maenannya yang bisa bikin dia muter-muter. Engga tau kenapa setelah aku cerita kalau temen aku melihara tupai terbang, si mamah langsung tertarik buat melihara. Entah karena cerita aku tentang tupai itu yang terlalu berlebihan membuat si mamah terpesona dan terhasut kata-kataku atau apa, yang jelas sudah 2 minggu lebih ini rumahku di huni oleh 2 anggota baru sekaligus. Awalnya sih mau beli 1 ajalah. Tapi papah bilang “kamu mau hidup sendirian di bumi ini? Beli sepasang!” kata-kata papah ada benernya juga, okee.. makhluk hidup itu makhluk social bukan manusia ajah, tapi bumi seutuhnya. Siip!


Btw, hari ini tanggalnya baik harinya pun baik, selain hari ini adalah weekend, dan membuat aku lebih sayang sama kasur dari pada matahari, hari ini hari pahlawan dan hari ulang tahun fakultas pertanian UB. Good! Tanggalnya juga cantik yah, 10-11-12.  Buat kalian yang udah jadian, coba deh jadiannya diulang nari nol lagi. kan kalo nikah udah biasa, kalo yg belum jadian juga masih pada ragu di terima apa engga ya kan ya? Mending yg udah jadian ajah ngulang tanggalnya. Hahahahhaha. Oke , that’s my absurdidea!

Ngomong-ngomong tentang hari pahlawan. Apa nih kontribusi kalian (?) dalam meneruskan perjuangan pahlawan dalam rangka mengisi kemerdekaan bangsa kita yang katanya sudah lepas dari jajahan tapi dalam kenyataannya potensi terjajah masih sangat besar terlihat di wajah bangsa kita ini.
Banyak cara yang bisa kalian (para mudi-muda bangsa) lakukan untuk meneruskan pejuangan para pahlawan kita terdahulu, diantaranya adalah ikutan upacara engga pake ngaret apalagi pura-pura sakit, apalin tuh pancasila tapi pake hati, lagu Indonesia raya juga diapalain pake tindakan bukan Cuma kecapan, berkarya pake hati bukan berkarya pake polapikir yang bukan dari diri sendiri (jiplak). Kalo masih banyak aja ditemukan orang ataupun oknum yang ikut-ikutan (jiplak) dengan alibi TERINSPIRASI (inspirasi kok terus-terusan) itu namanya kita masih di jajah. Intinya disini aku menegaskan, nerusin kemerdekaan itu simple banget kok, cukup menjadi anak bangsa yang cerdas baik dalam pemikiran maupun tindakan.
Sekarang kan lagi musim banget galau, oke engga apa2 kalian semua galau, semua orang pasti galau,tapi ada porsinya, coba deh curahkan kegalauan kalian ke arah yang akhirnya berbuahkan sebuah karya. Misal aja kalian galau nih putus cinta, nah bisa kan buat puisi, lirik lagu, post di blog, atau engga abadikan aja lewat deklamasi - rekam – upload  youtube. Wahh kalian bakal terkenal dan ujung-ujungnya ngasilin duit. Hahaha. Jangan putus cinta terus putus urat nadi. Itu namanya GOBLOK. Upss.
BUDAYA KOREA? Wah ini penyakit baru yang berbahaya.. bikin anak bangsa lupa INDONESIA.
Ada lagi nih, kemaren yang musimnya tawuran siswa. Sebenernya engga Cuma siswa aja kok yang “terbiasa tawuran”, orang tua malah lebih sering “tawuran” tapi caranya aja yang beda.

Semakin banyak melewati masa hidup, aku semakin paham kenapa anak kecil yang tadinya polos bisa jadi arogan dan bisa jadi terbiasa melakukan tindakan yang kata kita “JAHAT”, karena orang-orang tua yang ngakunya sudah DEWASA yang ngebuat semua ini terjadi.
Kalo kata aku semakin tua , semakin kompleks tau semua isi dunia, KUDU nya semakin bisa ngadepin tua-nya dunia dan seisinya, tapi kenapa yang terjadi malah sebaliknya. Semakin tua, semakin lupa. Bukan Cuma sekitarku, tapi buat kalian yang sadar diri pasti merasa kalo sekitar kita mayoritas berstatus LUPA. Orang bilang semakin dewasa semakin kudu kuat mental, dan aku meng-iya-kan, coba mental kita ngga kuat, mau jadi apa kita?lalu dampaknya ke bangsa kita… mau terulang peristiwa “JAJAH-an” ?
Caranya bisa kuat mental juga bukan dari diri yang terbiasa sendiri. Saling membantu, saling menyemangati adalah cara untuk saling menguatkan mental. Bangsa kita ini bangsa yang terbiasa “gotong-royong”. Kalo tidak saling membantu ya engga bakal jadi bisa kuat mental. Jadi cara untuk bersatu adalah saling membantu bukan salin menyalahkan apalagi mempermasalahkan. Masalah engga akan bisa di selesaikan dengan masalah. Dan aku tau kalian tau itu, terus kenapa masih selalu terjadi masalah di timpuk masalah?

Poin dari semua ini adalah, kita sama kayak tupai yang engga pernah bisa hidup sendirian. Kita harus saling bergotong – royong bukan hanya buat diri kita sendiri tapi buat sekitar kita apalagi bangsa kita. Gotong royong itu engga perlu sepaham, buat apa ada kata “musyawarah” kalau prinsip kita kudu sepaham di awal. Manusia terlahir berbeda, pola pikir dan tindak-tanduknya pun tercerak berbeda. Tapi inget, tujuan kita sama. Apa? “hidup sejahtera”. Itu pegangan para pahlawan kita dulu, buat INDONESIA SEJAHTERA dan mereka gugur dengan hormat.
Terimakasih para pahlawan,mewakili seluruh generasi.aku minta maaf, karena kami sering LUPA. Lupa budaya bangsa, lupa akan semua kebaikan bangsa, lupa kalau kami sama darah, sama pijakan.ijinkan untuk kami terus memperbaiki, terus belajar belajar dan belajar. Menjadi baik?itu PASTI. MERDEKA!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar