23. Umur beranjak tua bukan
lagi dewasa karena dewasa tidak memandang usia. Hehe
Tahun ini tahun luar biasa.
Belajar banyak hal, sesuai
apa yang selalu aku pinta.
Hidup memang tentang belajar.
Sampai kapan? Sampai nanti. Mati. Rapot kita bakal dibagi.
Dan di dua tiga ini, aku
masih cinta udara. Oksigen lebih tepatnya.
Bagian dari hidupku ada yang
keropos seiring tuanya waktu, tapi ada pula yang bertambah, melebihi yang
keporos? Dan itu Pasti.
Aku bukan lagi anak sekolahan
yang ngga pernah bedakan, aku sekarang
sudah menjadi orang kantoran. Sudah
melewati masa transisi. Sedang melewati masa seleksi. Seleksi alam lebih
tepatnya. Dan celotehan kertas kehidupan aku semakin berwarna. Bukan cuma tinta
hitam, karena warna tinta lainnya aku pakai juga untuk menyelotehkannya..
Di dua tiga ini aku bertemu
dengan FRIS. Kami dipertemukan oleh keabsurdan malam tahun baru, berlanjut ke
acara absurd lainnya,dan akhirnya kami yang terdiri dari aku sendiri, @ayuridzi
, @diazlicious7, dan @nanda_maja. Nama fris sendiri berawal dari Gara-garanya
si @diazlicious7 menemukan quote yg berbicara tentang kata "friends"
dimana pertemanan tidak akan berakhir kalau kata end didalam kata friends
diilangin dan lalu akhrinya hanya menjadi "fris".
Semenjak tahun baru yang
penuh keabsurdan itu, di minggu-minggu berikutnya kami selalu bertemu dg
berbagai alasan absurd. Dari mulai bakar2 ikan, sampai foto-foto di pusat kota.
Berlanjut dengan bertambahnya
personil baru si @ivrovauryne yang notabene temen ngantor, dan temen senasib,
karena kita seangkatan walau beda jobdesk. Dan satu lagi si yogi yang notabene
temen sekolah waktu sma, dan amazingnya kita baru ngobrol2 waktu ketemu kemaren
ini, sebelumnya? Sama sekali ngga pernah. Bukan sombong tapi kita memang
songong. #loh
Awalnya berempat lalu
berenam, dan mereka perajut waktu termenyenangkan.
30januari lalu, di hari
23ku..
Pagi-pagi udah dikagetin sama
kedatangan si @ivrovauryne ke rumah dg bawa-bawa bungkusan gede , lalu siangnya
kedatangan FRIS di kantor. Mereka berada dihadapanku tepat jam istirahat
kantor, tiup lilin, dan sebelumnya aku pake acara kaget, mereka bisa ada semua.
Lengkap. Lengkap bersama kue tart dan kamera yang mereka bawa. Haha
Terharu? Pasti!
Malem harinya papah ngejemput
aku dari kantor, hari itu cukup lelah karena sempet diahadepin sama case
riweuuh. Tapi akhirnya akupun melangkahkan kaki kedalam rumah,tanpa disadari si
mamah bawa kue berlilin, dan rumah yang tumbenan gelap itu ngga aku sadari
keberadaannya saking lelahnya.
Pah mah.. Kalian hebat.. Bisa-bisanya
engga ada kata lelah untuk merangkaikan waktu menyenangkan untuk aku dan
keluarga..
Malam harinya..ketika hari
mulai bersuara sepi lagi.. akupun tersadar.. 23 ini sangat luarbiasa. Aku harus
luaarbiasaa bersyukur.. Karena aku melihat dengan jelas, bahwa apabila hujan
datang.. Maka pelangi akan menyusul..tanpa perlu menunggu lama. Ya..
Pelangiii.. Bukan banjir..
Sebelum hari 23ku datang, ada
petir yang menyambar. Menyambar diri ini sampai terpental ke dalam perut bumi,
saking sakitnya aku bingung "what should ay do?" Kebingunganku
membuat aku seakan acuh..acuh ketika hujan itu benar-benar datang..
Dan akhirnya berganti pada
pelangi pagi di 23ku...
Aku bukan kehilangan
sosoknya,aku hanya kehilangan keterikatan oleh hati dengannya. bukan! Bukan
karena jarak, tapi karena faktor x yang mungkin ngga penting banget aku bagi
dengan kalian.
Tapi aku menemukan kalian.
FRIS.
Aku sombongkan kebahagiaan
ini dihadapan kalian. Lupakan hujan yang kemaren! Biarkan aku menyimpannya di
folder hidupku yg lain. Biarkan folder itu menjadi pembelajaran tersendiri buat kami pribadi.
Bukan menjadi virus. Karena aku sendiri sudah punya antivirusnya.yaitu kalian. Para
perajut hari menyenangkan.
Trimakasih. Aku tau kalian
cinta aku. Ha ha ha ha. Love you all guys!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar