w-e-l-c-o-m-e-! Mari Berceloteh!

Hai Para Pembaca, anda memasuki zona berceloteh paling Kece di penjuru negeri ini. ha ha ha. jangan hanya tenggelam, tetapi silahkan ikut berceloteh dengan aku si neng bebek :) BIG-terengkyuu!

Senin, 03 Februari 2014

Surat cinta untuk Alvin, Partner Hidupku.

Dear my alvin...
Terimakasih sudah menemaniku melewati detik kehidupan beberapa bulan ini..
Aku teringat pesan singkat pertamamu, awal perbincangan kita dimulai, sampai akhirnya perbincangan itu tidak memiliki ujung sampai sekarang.
Saling berbalas pesan singkat, sampai akhirnya kita saling berbicara, namun belum bersua.. dari mata turun ke telinga. Ya, itulah kita.
Sampai akhirnya
hari minggu pertama kita pun datang. Disitulah awal jabat tangan kita, namun belum awal dari segalanya.
Sampai akhirnya kamu mengajakku untuk melangkah di dalam fase keseriusan, mulai berbicara tentang hati dan mimpi. Dan akupun, mau. Mau bergandengan langkah denganmu. Saling bertukar tidak hanya pikiran, hati, namun juga tawa.
Setelah hari itu, tawa kita semakin renyah, dunia serasa ikut bahagia. Dan weekend2 selanjutnya pun mutlak menjadi milik kita.
Ternyata kamu adalah "pangeran tak berkuda" yg selama ini aku tunggu ya?, nyasar kemana saja kamu?. Kamulah "pangeran tak berkuda"ku yang datang bukan membawa sepatu kacaku yg hilang d masa lalu, akan tetapi kamu membawa sebagian part hidup aku yg selama ini ku cari.
Pernah aku berpikir, apa mungkin dulu waktu belum dilahirkan di dunia, kita adalah 2 bocah bayi botak yg saling memecah tawa ya di surga? Lalu kamu terlahir terlebih dahulu untuk memastikan kalau dunia ini aman untukku juga.
Dan ternyata sebelum pertemuan yang kita kira pertama itu, sebelumnya kita ternyata pernah makan di meja yg sama, merayakan wisuda di waktu dan tempat yg sama, dan jalan di mall yg sama dan dalam waktu yg sama pula. Namun, saat2 itu bukan waktu yg tepat untuk kita. Sampai akhirnya hati kitalah yg saling sapa.
Hehe. Tidak jarang aku memiliki pola pikir yang aneh, sampai terkadang aku heran, lelaki sepertimu kok mau saja ya menitipkan hati ke wanita yg aneh sepertiku ini.
Hey partner hidupku, banyak yg bilang kita mirip. Aku takut. Takut kalo ternyata kamu sebenarnya adalah kakakku. Hahaha. Ketakutan terbodoh ya? Yaiyalah. Nggak mungkin. Krn Aku sudah kenal baik orangtuamu, jelas mereka bukan orangtua kandungku, jadi kita murni bukan sodara, apalagi kembaran. Hahhaha.
Berarti, kalo bukan sodara, kita jodoh? Aamiin.
Sekali lagi terimakasih, terimakasih telah mempersilahkanku menemani ketika langkahmu melewati angka 25, dan terimakasih kamu juga ada ketika langkahku akhirnya ada di tahun ke 24 di semesta ini.
Banyak hal menyenangkan yg telah kita lewati bersama, aku bahagia atas semua hal, tidak hanya tawa tapi selisih paham kita, aku tau semua itu proses untuk kebaikan kita, sehingga bahagia yg paling bahagia akhirnya bisa kita genggam berdua. Sampai nanti, lebih dari hari ini.
Aku mencintaimu, lelakiku.
Dari aku, partner hidupmu. Yang akan selalu mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar